TNKT PELIHARA TERUMBU KARANG CSR PERTAMINA MOR VII
Diunggah oleh : Admin Website pada tanggal 30 Jul 2019 10:54:20

Ampana, 9 April 2019. Pertamina MOR VII bersama Taman Nasional Kepulauan Togean telah melakukan transplantasi terumbu karang pada Agustus 2018 di perairan Reef California, Desa  Tongkabo, Kecamatan Togean. Sebanyak 280 substrat (media tumbuh) telah dipasang dengan menanam 5.600 bibit karang. Program ini mencakup tidak hanya pembuatan substrat tumbuh dan penanaman, tetapi juga perawatan, pemantauan perkembangan dan kesehatan terumbu karang. Kawasan penanaman nantinya diharapkan dapat menjadi taman bibit karang, sehingga pada kegiatan rehabilitasi karang berikutnya tidak lagi mengambil dari ekosistem hidup.

Pada pemantauan kondisi terumbu karang yang dilaksanakan tanggal 7 April 2019, keberhasilan hidup mencapai kisaran 82%, 13% memutih (bleaching) dan 5% mati tertutup oleh alga. Karang yang berhasil hidup telah membentuk koloni besar dan telah bersatu dengan substrat (media tumbuh). Pada kondisi yang seperti ini anakan karang dapat bertahan hidup lebih baik di lingkungan yang dinamis maupun terhadap gangguan biota. Pada anakan karang memutih (bleaching) merupakan tanda kematian awal anakan karang, namun kondisi ini masih memungkinkan anakan karang untuk hidup jika tidak ada pemangsa hewan karang dan kondisi perairan membaik, karena itu sangat penting melakukan perawatan dan pembersihan substrat pada fase ini. Selain itu juga dilakukan perawatan dengan mengganti bibit karang yang telah mati atau tertutupi alga. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselurahan bibit karang yang ada dapat tumbuh dengan baik.

Ketua Tim Pemeliharaan Transplantasi karang,  Suhabrianto menyatakan bahwa pada sekitar area transplantasi telah ditemukan biota yang berasosiasi dengan koloni anakan karang yang telah berhasil tumbuh. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya ikan-ikan karang yang berada pada area transplantasi. Adapun ikan-ikan yang ditemukan seperti Dascyllus reticulatus, Pomacentrus moluccensis, Parupeneus barberinus, Scarus rivulatus, Chaetodon vagabundus, Pterocaesio tile, Platax teira, Thalassoma lunare, Labroides dimidiatus dan Lethrinus harak. Sebagian besar ikan tersebut merupakan ikan yang berasosiasi langsung dengan terumbu karang untuk mencari makan, berlindung dari pemangsa ataupun untuk memijah, sehingga hadirnya transplantasi terumbu karang ini telah berhasil menjadi habitat baru pada perairan tersebut.

“Rehabilitasi merupakan salah satu upaya untuk mengembalikan kualitas lingkungan, namun menjaga ekosistem alami yang sudah ada menjadi hal terpenting,” tutup Suhabrianto.

 

Fahri Angriawan, Calon Pengendali Ekosistem Hutan, BTNKT 2019